About BIHS       Partners       Courses       Facilities       Training Program       What's on       Contact Us       Home   
 
Programs
> Program Keperawatan
            > Program A
            > Program B
            > Program D
 > Program Fisioterapi
 > Program K-3
> Program Ilmu Gizi 

 

Tuition Fee
> Program Keperawatan
            > Program A
            > Program B
> Program Fisioterapi
> Program K-3
> Program Ilmu GIZI
> Estimasi Biaya kuliah di Luar Negeri


SARJANA SAINS TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

Lapangan kerja terbuka bagi Sarjana Sains Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, karena:

  • Saat ini, tenaga profesional yang ahli dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan standar Internasional masih terbatas jumlahnya, sementara keberadaan mereka sangat diperlukan pada setiap kegiatan industri.
  • ISO 18000, AFTA 2003 mensyaratkan bahwa produksi hasil industri, hanya akan dapat diterima antar anggota AFTA, jika pekerja-pekerja industri tersebut memperoleh penanganan dari ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang professional. Serta perlu political will dari pemerintah dalam rangka perlindungan pekerja dan masyarakat sekitarnya.
  • Saat ini di Indonesia , ada 120.000 industri dengan 101,5 juta pekerja yang memerlukan tenaga ahli K-3.
  • Data statistik Jamsostek 2004 menunjukkan angka kesakitan baik fisik maupun mental (92783), angka kecelakaan (8904) dan angka kematian (1699). Serta meningkat dari tahun ke tahun.
  • Tempat kerja seperti pabrik, pertambangan, perkebunan, perikanan, pertanian, dan industri baik milik pemerintah maupun swasta harus memanfaatkan tenaga professional yang ahli dalam memanage bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  • UU No.23/1992 tentang kesehatan, K-3 diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal. Standar perburuhan internasional melalui ILO No. 155/81 menekankan pengusaha dan pekerja mengendalikan resiko, melalui sistem manajemen K-3.

KOMPETENSI

Sarjana Sains Terapan Keselamatan dan Kesehatan kerja akan mampu:

  1. Mengidentifikasi masalah-masalah K3 dan mengantisipasinya secara profesional.
  2. Mengelola program K3 melalui sistem manajemen modern.
  3. Melakukan penelitian epidemiologis bidang K3.
  4. Berkoordinasi menggalang mitra kerja, sensitif, kreatif dan inovatif serta responsif terhadap kondisi di lingkungan pekerjaan.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana Pendidikan sesuai dengan standar Nasional maupun Internasional.

  • Laboratorium Basic Sciences
  • Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Kerja
    1. Ergometri
    2. Toksikologi
    3. Hygiene Sanitasi
    4. Movement Sciences
    5. K3 Moskuloskeletal / Neuromuskular
    6. K3 Produktivitas / kesehatan kerja, Sport / olahraga
  • Laboratorium Bahasa, dengan Language Traning Centre
  • Komputer
  • Perpustakaan dengan literature K3 yang lengkap dan ditunjang dengan komputer dan internet sebagai fasilitas untuk dapat mengakses website perpustakaan internasional.

JENIS PROGRAM

Program A

Adalah program pendidikan Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang mahasiswanya berasal dari lulusan SMU atau sederajat. Lama pendidikan adalah 4 tahun (8 semester)

Program B

Adalah Program pendidkan Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang mahasiswanya berasal dari lulusan D3 K3, Politeknik, D3 Kesehatan dll yang dapat dipertimbangkan. Lama pendidikan adalah  4 semester.

PERSYARATAN PENDAFTARAN

  • Foto copy Ijazah SLTA yang dilegalisisr (program A)
  • Foto copy Ijazah D-III yang memenuhi syarat yang dilegalisir (program B)
  • Pas foto terbaru, berwarna ukuran 4 X 6 dan 3 X 4 (@ 5 lembar)
  • Lulus medical test di rumah sakit yang ditunjuk

Biaya pendaftaran :

Uang pendaftaran & uang ujian Rp. 200.000,-

Materi Tes :

Bahasa Inggris, TPA/ Psikotest

Untuk kemudahan peminat, bagi mereka yang berada di luar Jabotabek; ujian seleksi akan dilakukan didaerah masing-masing melalui LO (Liaison Officer)

waktu pendaftaran

hari senin - jum'at: pukul 08.00 - 17.00 wib

hari sabtu: pukul 08.00 - 1200 wib



Copyright © 2001-2004 Binawan Institure of Health Sciences